MIDDLEWARE TELEMATIKA
OLEH :
Kelompok II
Nama : Teuku Arroyyaan Tazrin (1320305064)
Ayu Wahyuni (1320305095)
Ayu Wahyuni (1320305095)
Kelas : N3 (sore)
JURUSAN
TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMPUTER
POLITEKNIK NEGERI LHOKSEUMAWE
KATA
PENGANTAR
Puji
dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala rahmat yang
diberikan-Nya sehingga tugas Makalah yang berjudul MIDDLEWARE
TELEMATIKA
ini dapat saya selesaikan.Makalah ini saya buat sebagai kewajiban untuk
memenuhi tugas.
Dalam
kesempatan ini, penulis menghaturkan terimakasih yang dalam kepada semua pihak
yang telah membantu menyumbangkan ide dan pikiran mereka demi terwujudnya
makalah ini.Akhirnya saran dan kritik pembaca yang dimaksud untuk mewujudkan
kesempurnaan makalah ini penulis sangat hargai.
Lhokseumawe,20 April 2016
Kelompok II
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
......................................................................................
DAFTAR ISI .....................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN..................................................................................
1.1 Latar
Belakang..................................................................................
1.2 Tujuan
Manfaat.................................................................................
BAB II PEMBAHASAN....................................................................................
2.1
Pengertian Middleware.....................................................................
2.2Lingkungan Komputasi Dari Middleware Telematika......................
2.3Kebutuhan Middleware.....................................................................
2.4Contoh-contoh Middleware...............................................................
2.5Contoh-contoh layanan middleware...................................................
2.6Manajemen Data Telematika.............................................................
BAB III PENUTUP.............................................................................................
3.1 Kesimpulan........................................................................................
DAFTAR
PUSTAKA...........................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam dunia teknologi informasi, terminologi middleware adalah
istilah umum dalam pemrograman komputer yang digunakan untuk menyatukan,
sebagai penghubung, ataupun untuk meningkatkan fungsi dari dua buah
progaram/aplikasi yang telah ada.
Perangkat lunak middleware adalah perangkat lunak yang terletak
diantara program aplikasi dan pelayanan-pelayanan yang ada di sistim operasi.
Adapun fungsi dari middleware adalah:
Menyediakan lingkungan pemrograman aplilasi sederhana yang
menyembunyikan penggunaan secara detail pelayanan-pelayanan yang ada pada
sistem operasi .
Menyediakan lingkungan pemrograman aplikasi yang umum yang
mencakup berbagai komputer dan sistim operasi.
Mengisi kekurangan yang terdapat antara sistem operasi dengan
aplikasi, seperti dalam hal: networking, security, database, user interface,
dan system administration.
Tujuan utama layanan middleware adalah untuk membantu memecahkan
interkoneksi beberapa aplikasi dan masalah interoperabilitas.
1.2 Tujuan dan Manfaat
Tujuan
Middleware :
Middleware adalah S/W
penghubung yang berisi sekumpulan layanan yang memungkinkan beberapa proses
dapat berjalan pada satu atau lebih mesin untuk saling berinteraksi pada suatu
jaringan.
Middleware sangat
dibutuhkan untuk bermigrasi dari aplikasi mainframe ke aplikasi client/server
dan juga untuk menyediakan komunikasi antar platform yang berbeda
Middleware yang paling banyak dipublikasikan :
1. Open Software Foundation’s
Distributed Computing Environment (DCE),
2. Object Management Group’s
Common Object Request Broker Architecture (CORBA),
3. Microsoft’s COM/DCOM
(Component Object Model)
Manfaat
:
1. Memberikan Mahasiswa pengetahuan yang
baru
2. Memberikan Mahasiswa dapat berinteraksi
pada suatu jaringan
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Middleware
Middleware adalah software
yang di rancang untuk mendukung pengembangan sistem tersebar dengan
memungkinkan aplik asi yang sebelumnya terisolasi untuk saling berhubungan.
Dengan bantuan middleware, data yang sama dapat digunakan oleh customer
service, akuntansi, pengembangan, dan manajemen sesuai kebutuhan. Di sini
middleware dapat berfungsi sebagai penerjemah informasi sehingga setiap
aplikasi mendapatkan format data yang dapat mereka proses.
2.2 Lingkungan Komputasi Dari
Middleware Telematika
Suatu lingkungan di mana sistem komputer
digunakan. Lingkungan komputasi dapat dikelompokkan menjadi empat jenis yaitu :
1. Komputasi
tradisional,
2. Komputasi berbasis
jaringan,
3. Komputasi embedded,
4. Komputasi grid.
Pada awalnya komputasi tradisional hanya
meliputi penggunaan komputer meja (desktop) untuk pemakaian pribadi di kantor
atau di rumah. Namun, seiring dengan perkembangan teknologi maka komputasi
tradisional sekarang sudah meliputi penggunaan teknologi jaringan yang
diterapkan mulai dari desktop hingga sistem genggam.Perubahan yang begitu
drastis ini membuat batas antara komputasi tradisional dan komputasi berbasis
jaringan sudah tidak jelas lagi.
Lingkungan komputasi itu sendiri bisa
diklasifikasikan berdasarkan cara data dan instruksi programnya dihubungkan
yang terdiri atas empat kategori berikut ini :
1. Single instruction stream-single data
stream (SISD) : Satu prosesor dan biasa juga disebut komputer sekuensial
2. Single instruction stream-multiple data stream
(SIMD) : Setiap prosesor memiliki memori lokal dan duplikasi program yang sama
sehingga masing-masing prosesor akan mengeksekusi instruksi/program yang sama
3. Multiple
instruction stream-single data stream (MISD) : Data yang ada di common memory
akan dimanipulasi secara bersamaan oleh semua prosesor
4. Multiple
instruction stream-multiple data stream (MIMD) : Setiap prosesor memiliki
kontrol unit, memori lokal serta memori bersama (shared memory) yang mendukung
proses paralelisasi dari sisi data dan instruksi.
2.3
Kebutuhan Middleware
Middleware adalah software yang dirancang
untuk mendukung pengembangan sistem tersebar dengan memungkinkan aplikasi yang
sebelumnya terisolasi untuk saling berhubungan. Dengan bantuan middleware, data
yang sama dapat digunakan oleh customer service, akuntansi, pengembangan, dan
manajemen sesuai kebutuhan. Middleware dapat juga berfungsi sebagai penerjemah
informasi sehingga setiap aplikasi mendapatkan format data yang dapat mereka
proses.
Middleware tersedia untuk berbagai platform,
dengan berbagai jenis. Jenis middleware yang umum dikembangkan saat ini dapat
dikelompokkan dalam lima kategori besar, salah satunya adalah homegrown, yang
dikembangkan khusus untuk kebutuhan internal organisasi, model RPC/ORB (Remote
Procedure Call/Object Request Broker), Pub/Sub (Publication/Subscription),
Message Queuing, dan TP (Transaction Processing) Monitor.
Di Linux, banyak perusahaan besar seperti IBM,
BEA, dan Schlumberger yang sedang dan sudah mengerjakan berbagai sistem middleware.
Salah satu produk middleware IBM untuk platform Linux adalah BlueDrekar™.
BlueDrekar™ adalah middleware berbasis spesifikasi Bluetooth™ untuk koneksi
peralatan wireless di lingkungan rumah dan kantor. Produk middleware ini
menyediakan protocol stack dan berbagai API (Application Programming
Interfaces) yang dibutuhkan aplikasi berbasis jaringan. Diharapkan adanya
BlueDrekar™ di Linux ini akan mempercepat pertumbuhan aplikasi dan peralatan
berbasis Bluetooth™.
Contoh lain, BEA Tuxedo™ dari BEA System,
sebuah middleware transaction processing monitor yang juga mendukung model ORB,
tersedia untuk berbagai platform, termasuk RedHat Linux. BEA Tuxedo
memungkinkan kombinasi pengembangan aplikasi dengan model CORBA dan ATMI
(Application-to-Transaction Monitor Interface).Sebuah aplikasi yang dibuat
untuk Tuxedo dapat berjalan pada platform apapun yang ditunjang oleh BEA tanpa
perlu modifikasi dalam kode aplikasinya.
Dalam bidang kartu magnetis (smart cards),
Schlumberger adalah salah satu pengembang dan produsen CAC (Common Access Card)
dan middleware CAC-nya. Produk middleware ini yang diberi nama CACTUS (Common
Access Card Trusted User Suite), dapat berjalan di atas Linux. memberi
kemampuan koneksi pada level aplikasi ke kartu magnetis dan fungsi-fungsi kriptografis.
ShaoLin Aptus adalah sebuah middleware untuk
Linux, yang mengubah jaringan PC menjadi sebuah arsitektur jaringan komputer
yang bersifat 'fit client'. Produk yang memenangkan 'IT Excellence Awards 2002'
di Hong Kong ini, mengembangkan konsep ' t h i n c l i e nt' dengan
memperbolehkan komputasi berbasis client. Shaolin Aptus membuat banyak klien
dapat menggunakan sistem operasi dan aplikasi yang tersimpan di server melalui
LAN secara transparan.
Saat ini, hampir seluruh aplikasi
terdistribusi dibangun dengan menggunakan middleware. Masih menurut IDC,
perkembangan segmen middleware terbesar akan terjadi dalam alat yang membantu
sistem manajemen bisnis. Hal ini terjadi untuk memenuhi permintaan akan
integrasi aplikasi yang lebih baik. Linux, didukung oleh bermacam produk
middleware, memberikan pilihan sistem operasi dan middleware yang stabil,
dengan harga yang bersaing.
2.4
Contoh-contoh
Middleware
Contoh-contoh
Middleware :
1. ODBC (Open Database
Connectivity) ODBC (Open Database Connectivity) adalah suatu middleware
berbasis Windows yang digunakan untuk berinteraksi dengan berbagai database.
2. JDBC (Java Database
Connectivity) JDBC (Java Database Connectivity) memungkinkan applet mengakses
database. Bisa digunakan pada JSP.
2.5
Contoh-contoh
layanan middleware
Berikut
ini contoh-contoh layanan middleware :
1. TRANSACTION MONITOR
Produk pertama yang disebut
middleware.Menempati posisi antara permintaan dari program client dan database,
untuk menyakinkan bahwa semua transaksi ke database terlayani dengan baik.
2. MESSAGING MIDDLEWARE
Merupakan antarmuka dan transportasi antar
aplikasi.
Menyimpan data dalam suatu antrian message
jika mesin tujuan sedang mati atau overloaded. Mungkin berisi business logic
yang merutekan message ke tujuan sebenarnya dan memformat ulang data lebih
tepat.Sama seperti sistem messaging email, kecuali messaging middleware
digunakan untuk mengirim data antar aplikasi.
2.6
Manajemen
Data Telematika
Menurut DAMA
(Demand Assigned Multiple Access), Manajemen Data adalah pengembangan dan
penerapan arsitektur, kebijakan, praktik, dan prosedur yang secara benar
menangani siklus hidup lengkap data yang dibutuhkan oleh suatu perusahaan.
Jadi, Manajemen data telematika merupakan prosedur yang menangani siklus hidup
lengkap data yang dibutuhkan oleh perusahaan dengan bantuan telematika.
Manajemen Data pada telematika terdiri
dari :
1. Manajemen Data Sisi Client
Manajemen Data yang terjadi pada sisi
klien dapat kita pahami pada DBMS dibawah ini.
· Mobile DBMS (Embedded/Ultra
tiny/Java Database)
Merupakan suatu DBMS yang terdapat pada
peralatan bergerak (mobile device).Mobile DBMS adalah versi khusus dari sebuah
departemen atau perusahaan DBMS.Ini dirancang untuk digunakan dengan remote
pengguna yang biasanya tidak terhubung ke jaringan. DBMS memungkinkan
mobileakses database lokal dan modifikasi pada laptop atau perangkat genggam,
seperti PDA atauPocketPC Palm. Selanjutnya, mobile DBMS menyediakan mekanisme
untuk sinkronisasi perubahan basis data jauh terpusat, perusahaan atau
departemen server database.
2. Manajemen Data Sisi Server
Manajemen Data yang terjadi pada sisi server
dapat kita pahami pada versi DBMS dibawah ini.
· MODBMS (Moving Object DBMS)
MODBMS (Memindahkan Obyek DBMS) adalah sebuah
DBMS yang menyimpan dan mengelola informasi lokasi serta dinamis lainnya
informasi tentang obyek bergerak.MODBMS memungkinkan seseorang untuk mewakili
benda-benda bergerak dalam database dan untuk menanyakan pertanyaan tentang
gerakan tersebut.
Daerah MODBMS merupakan bidang yang belum
dijelajahi relatif terhadap RDBMS atau DBMS Spasial di mana beberapa karya yang
telah dilakukan dalam standarisasi dan komersialisasi.Ada beberapa penelitian
prototipe untuk MODBMS seperti DOMINO tetapi hanya sedikit produk MODBMS
komersial.Memindahkan objek dapat diklasifikasikan ke dalam bergerak poin dan
bergerak daerah.Memindahkan objek hanya relevan tergantung waktu posisi dalam
ruang.Mereka bisa mobil, truk, pesawat terbang, kapal atau ponsel
pengguna.Pindah daerah objek bergerak dengan rupa seperti badai, hutan file,
tumpahan minyak, wabah penyakit, dan sebagainya.Pindah daerah berubah posisi
dan geometri objek dengan waktu sambil bergerak poin hanya berubah posisi
benda.
3. Manajemen Basis Data
·
Data
Nilai/value yang turut merepresentasikan
deskripsi dari suatu objek atau kejadian (event).
Data adalah representasi fakta dunia nyata
yang mewakili suatu objek seperti manusia (pegawai, siswa, pembeli, pelanggan),
barang, hewan peristiwa, konsep, keadaan, dan sebagainya yang direkam dalam
bentuk angka, huruf, simbol, teks, gambar, bunyi, atau kombinasinya.
Data adalah kenyataan yang menggambarkan
suatu kejadian-kejadian dan
kesatuan nyata. Kejadian (event) adalah
sesuatu yang terjadi pada saat
tertentu. Sebagai contoh, dalam dunia bisnis
kejadian-kejadian nyata yang sering terjadi adalah perubahan dari suatu nilai
yang disebut dengan transaksi.Misalnya penjualan adalah transaksi perubahan
nilai barang menjadi nilai uang atau nilai piutang dagang.Kesatuan nyata (fact
and entity) adalah berupa suatu obyek nyata seperti tempat, benda dan orang
yang betul-betul ada dan terjadi.Sumber dari informasi adalah data.Data
merupakan bentuk jamak dari bentuk tunggal data-item. Data merupakan bentuk
yang belum dapat memberikan manfaat yang besar bagi penerimanya, sehingga perlu
suatu model yang nantinya akan dikelompokkan dan diproses untuk menghasilkan
informasi.
· Database
Database adalah Kumpulan dari item data yang
saling berhubungan satu dengan yang lainnya yang diorganisasikan berdasarkan
sebuah skema atau struktur tertentu, tersimpan di hardware komputer dan dengan
software untuk melakukan manipulasi untuk kegunaan tertentu.Menurut Abdul Kadir
dan Terra Ch. Trwahyuni (2003:484) Basis Data adalah suatu pengorganisasian
sekumpulan data yang saling terkait sehingga memudahkan aktivitas untuk
memperoleh infomasi. Diungkapkan oleh Fathansyah (2002:2) Basis Data merupakan
: “Himpunan kelompok data (arsip) yang saling berhubungan yang diorganisasi
sedemikan rupa agar kelak dapat dimanfaatkan kembali dengan cepat dan mudah.
Basis Data adalah kumpulan data yang saling berhubungan yang disimpan secara
bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan (redudansi) yang tidak perlu,
untuk memenuhi berbagai kebutuhan.Basis Data adalah kumpulan file/tabel/arsip
yang saling berhubungan yang disimpan dalam media elektronis”.Berdasarkan
beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa database atau basis data
merupakan sekumpulan data yang saling berhubungan yang berfungsi sebagai
penyedia informasi bagi pengguna / user.
· Record
Record adalah Kumpulan dari field membentuk
suatu record. Record menggambarkan suatu unit data individu yang tertentu.
Kumpulan dari record membentuk suatu file. Misalnya file personalia, tiap-tiap
record dapat mewakili data tiap-tiap karyawan.
· Field
Field adalah merepresentasikan suatu atribut
dari record yang menunjukkan suatu item dari data, seperti misalnya nama,
alamat dan lain sebagainya. Kumpulan dari field membentuk suatu record. Field
name: harus diberi nama untuk membedakan field yang satu dengan lainnya.
1. field representation: tipe
field (karakter, teks, tanggal, angka, dsb), lebar field (ruang maksimum yang
dapat diisi dengan karakter-karakter data).
2. field value: isi dari field
untuk masing-masing record.
·
Entitas
Entitas adalah suatu objek yang dapat
didefinisikan dalam lingkungan pemakai, sesuatu yang penting bagi pemakai dalam
konteks sistem yang akan dibuat. Sebagai contoh pelanggan, pegawai dll.
Seandainya A adalah seorang pegawai maka A adalah isi dari pegawai, sedangkan
jika B adalah seorang pelanggan maka B adalah isi dari pelanggan. Karena itu
harus dibedakan entitas sebagai bentuk umum dari deskripsi tertentu dan isi
entitas seperti A dan B dalam contoh di atas.
1. Fisik Entitas.
Entitas yang bersifat fisik.Contoh : pegawai,
guru, dan karyawan.
2. Konsep Entitas
Entitas yang tidak bersifat konsep. Contoh:
gaji,sekolah.
3. Entitas Kuat
Entitas yang mempunyai atribut kunci.Entitas
ini bersifat mandiri, keberadaanya tidak bergantung pada entitas lainnya.
Percepatan entitas kuat selalu memiliki karakteristik yang unik disebut
identifier(sebuah atribut tunggal atau gabungan atribut-atribut yang secara
unik dapat digunakan untuk membedakannya dari entitas kuat yang lain).
Kebanyakan entitas dalam suatu organisasi dapat digolongkan sebagai entitas
kuat (strong entity) yaitu entitas yang mandiri, yang keberadaannya tidak
bergantung pada keberadaan entitas yang lainnya. Instansiasi entitas kuat
selalu memiliki karakteristik yang unik (dinamakan identifier atau sering
disebut sebagai atribut pengidentifikasi) yaitu, sebuah atribut tunggal atau
gabungan atribut-atribut yang secara unik dapat digunakan untuk membedakannya
dari entitas kuat yang lain.
4. Entitas Lemah
Entitas yang tidak mempunyai atribut kunci.
Entitas lemah diidentifikasikan dengan menghubungkan entitas tertentu dari tipe
entitas yang lain ditambah atribut dari entitas lemah. Tipe entitas lain yang
dipakai untuk mengidentifikasikan suatu entitas lemah disebut identifying owner
dan relasi yang menghubungkan entitas lemah dengan owner disebut identifying
relationship Contoh entitas pegawai.
BAB
III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Middleware merupakan
komponen perangkat lunak yang memberikan peranan penting dalam pengembangan
aplikasi client/server dengan tidak memandang platform Beberapa arsitektur dan
tipe middleware dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan.Middleware ini sangat
penting dalam menghubungkan antar layanan sehingga memungkinkan beberapa tujuan
menjadi lebih efisien. Jika tidak ada middleware maka antara level atas dengan
level bawah tidak bisa saling terhubung mengakibatkan tidak adanya
keterhubungan dan bisa tehentinya.
DAFTAR
PUSTAKA




